Powered By Blogger

Bakteri Gram Positif

         
  

             Bakteri gram positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna metil ungu selama porses pewarnaan gram. Bakteri ini nantinya akan berwarna ungu atau biru jika di bawah mikroskop.

Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu:
  • Struktur dinding selnya tebal, sekitar 15-80 nm, j tunggal atau monolayer.
  • Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%), peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. Mengandung asam tekoat.
  • Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.
  • Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.
  • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.
  • Lebih resisten terhadap gangguan fisik.
  • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut
  • Tidak peka terhadap streptomisin
  • Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin

·         Contoh  Escherichia, Citrobacter, Salmonella, Shigella, Enterobacter, Vibrio, Aeromonas, Photobacterium, Chromabacterium, Flavobacterium.

Bakteri Gram Negatif


Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram-negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka.
Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu
1. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu.
2. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ.
3. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam.
4. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin.

Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif yaitu:
Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu:
  • Struktur dinding selnya tipis, sekitar 10 – 15 mm, berlapis tiga atau multilayer.
  • Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%), peptidoglikan terdapat didalam
  • lapisan kaku, sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering, tidak mengandung asam tekoat.
  • Kurang rentan terhadap senyawa penisilin.
  • Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet.
  • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana.
  • Tidak resisten terhadap gangguan fisik.
  • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat
  • Peka terhadap streptomisin
  • Toksin yang dibentuk Endotoksin

Bakteri Berdasarkan Pewarnaan Gram

Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yakni gram-positif dan gram-negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae.
Dengan metode pewarnaan Gram, bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. Oleh karena itu, pengecatan Gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam, yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia. Bakteri bakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa, seperti pewarnaan sederhana atau Gram.
Dalam pewarnaan gram diperlukan empat reagen yaitu :
  • Zat warna utama (violet kristal)
  • Mordan (larutan Iodin) yaitu senyawa yang digunakan untuk mengintensifkan warna utama.
  • Pencuci / peluntur zat warna (alcohol / aseton) yaitu solven organic yang digunakan uantuk melunturkan zat warna utama.
  • Zat warna kedua / cat penutup (safranin) digunakan untuk mewarnai kembali sel-sel yang telah kehilangan cat utama setelah perlakuan denga alcohol.

Macam-Macam Bakteri Berdasarkan Kedudukan Flagelnya



Berdasarkan keberadaan, jumlah dan letak flagelanya, bakteri dibedakan menjadi :

a. Atrik
    adalah bakteri yang tidak mempunyai flagella

b. Monotrik
    adalah bakteri yang mempunyai flagella yang berjumlah satu pada salah satu ujung selnya

c. Lofotrik
    adalah bakteri yang mempunyai flagella lebih dari satu (satu berkas) pada salah satu ujung selnya


d. Amfritik
    adalah bakteri yang mempunyai flagella satu atau lebih dari satu (satu berkas) pada kedua ujung selnya.

e. Peritrik
    adalah bakteri yang mempunyai flagella yang jumlahnya banyak dan tersebar pada seluruh permukaan sel tubuhnya.

Bentuk-Bentuk Bakteri Spiral


 Bakteri Bentuk spirral (spirillium)
             Bakteri yang berbentuk spiral dapat dibedakan menjadi.  3 macam, yaitu 
  • Koma (vibrio) adalah bakteri yang bentuknya melengkung setengah lingkaran atau kurang. Contoh bakteri dengan bentuk ini adalah Vibrio comma alias bakteri penyebab penyakit kolera.
  • Spiral adalah bakteri yang bentuknya melengkung lebih dari setengah lingkaran. Contoh bakteri dengan bentuk ini adalah Sprillum minor atau bakteri penyebab demam pada manusia yang menjadikan gigitan tikus dan hewan pengerat lainnya  sebagai medium (perantara).
  • Spiroseta adalah bakteri yang bentuknya berupa spiral dengan tekstur halus dan lentur. Contoh bakteri dengan bentuk ini adalah Treponema pallidum alias bakteri penyebab penyakit sifilis.

Bentuk-Bentuk Bakteri Basil

 


Bakteri Bentuk Batang (basil)

        Bakteri yang berbentuk batang atau silinder (basil) dapat kita temukan dalam keadaan tunggal (basil), berpasangan (diplobasil), maupun koloni yang membentuk rantai (streptobasil).

  • Bakteri basil (tunggal) sesuai namanya, sering ditemukan dalam keadaan menyendiri. Contoh bakteri ini misalnya Salmonella typhi dan Escherichia coli.
  • Bakteri diplobasil (berpasangan) adalah bakteri yung ditemukan sering dalam keadaan berpasang-pasangan alias berdua-duaan. Contoh bakteri ini misalnya Renibacterium salmoninarum.
  • Bakteri streptobasil (rantai) adalah koloni bakteri yang saling bergandengan membentuk rantai. Contoh bakteri ini antara lain Azotobacter sp dan Streptobacillus moniliformis.

Bentuk-Bentuk Bakteri Kokus



Bakteri Bentuk Bulat (Kokus)

      bakteri dalam bentuk bulat (kokus) juga dapat ditemukan dalam keadaan tunggal, berpasangan, membentuk rantai, atau membentuk gumpalan seperti buah anggur. Berikut ini bentuk bentuk bakteri bulat, baik dalam keadaan tunggal maupun berkoloni beserta contohnya.
  • Monokokus adalah bakteri berbentuk bulat tunggal. Contoh bakteri ini adalah Monococcus gonorrhoeae.
  • Diplokokus adalah bakteri berbentuk bulat dan berpasangan. Contoh bakteri ini adalah Diplococcus pneumoniae.
  • Streptokokus adalah bakteri berbentuk bulat bergandengan menyerupai bentuk rantai. Bentuk rantai sendiri merupakan hasil reproduksinya yang melakukan pembelahan dalam satu garis ke satu atau dua arah. Contoh bakteri ini adalah Streptococcus lactis, Streptococcus salivarius, dan Streptococcus pneumoniae.
  • Tetrakokus adalah bakteri berbentuk bulat yang terdiri atas 4 sel dengan susunan menyerupai bentuk bujur sangkar hasil dari pembelahan sel ke dua arah.
  • Sarkina adalah bakteri berbentuk bulat yang terdiri dari 8 sel dengan susunan menyerupai bentuk bujur sangkar hasil dari pembelahan sel ke tiga arah. Contoh bakteri ini adalah Sarcina sp.
  • Stafilokokus adalah koloni bakteri berbentuk bulat yang tersusun menyerupai kelompok buah anggur hasil dari pembelahan sel ke segala arah. Contoh bakteri ini adalah Staphylococcus aureus.

Penggolongan Bakteri


PENGGOLONGAN BAKTERI  

Bakteri dapat digolong-golongkan berdasarkan persamaan ciri-ciri morfologi, fisiologi, biokimia, tipe-tipe nutrisi, cara reproduksi, kemampuan menghasilkan spor, motalitas dan siklus hidupnya. 

Berdasarkan bentuk tubuhnya
1. Kokus (bulat)
       Bakteri yang berbentuk kokus, biasanya bulat ataupun berbentuk oval, memanjang atau satu sisinya. Apabila bakteri berbentuk kokus ini berkembang biak dengan membelah diri sel-selnya tetap berdempetan dan tidak akan memisah. Bacteria yang berbentuk kokus ini masih bias dapat dibedakan lagi menjadi beberapa macam yaitu: 
a.    monokokus
b.    diplokokus (dua pasang).
c. Streptokokus, misalnya Streptococcus pyrogenes, S.thermophillus,     S.lactis. d.  Stafilokokus, misalnya Staphylococcus aureus. e. Diplokokus, misalnya Diplococcus pnemoniae

2. Basil (batang)
    Bakteri berbentuk hasil menyerupai ukuran dan bentuknya bermacam-macam bentuk batang pendek, selindris, yang. 
a.Basilus
  misalnya Eschericcia coli, Salmonella thypi, Lactobacillus.
b.Diplobasil ialah basil dapat bergandengan dua-dua. 
c. Streptobasil yaitu basil yang terlepas satu sama lain mempunyai ujung tumpul, sedangkan   basil yang dapat bergandengan satu sama lain mempunyai ujung tajam. misalnya Azotobacter, Bacillus anthracis.

 3.  Vibrio (koma)
Bakteri yang bentuknya seperti batang, melengkung dan menyerupai bentuk koma. Misalnya Vibrio cholerae.

 4. Spirillum (spiral)
 Bakteri yang berbentuk spiral ini, bentuknya bengkok-bengkok serupa spiral. misalnya Treponema pallidum.

Struktur Bakteri

     Secara struktural, bakteri tersusun atas kapsul, dinding sel, membran sel, sitoplasma, materi genetik, ribosom, bulu cambuk, dan plasmid seperti pada gambar berikut ini.


A. Kapsul

            Kapsul adalah selubung pelindung bakteri yang tersusun atas polisakarida. Kapsul terletak di luar dinding sel. Hanya bakteri bersifat patogen yang mempunyai kapsul. Fungsi kapsul adalah untuk melindungi diri dari kekeringan dan mempertahankan diri dari antitoksin yang dihasilkan oleh sel inang.


B. Dinding Sel
          Dinding sel bakteri tersusun atas protein yang berikatan dengan polisakarida(Peptidoglikan). Dinding sel terletak di luar membran sel. Adanya dinding sel menyebabkan bentuk bakteri menjadi tetap. Dinding sel berfungsi untuk melindungi sel bakteri terhadap lingkungannya.


C. Membran Sel

   Membran sel tersusun atas molekul lemak dan protein(Fosfollpid).Membran sel bersifat semipermeabel. Membran sel mengandung enzim respirasi. Fungsinya adalah untuk membungkus plasma dan mengatur pertukaran mineral dari sel dan ke luar sel.


D. Sitoplasma

     Sitoplasma adalah cairan yang terdapat di dalam sel. Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik seperti karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme.


E. Bulu Cambuk (Flagel)

      Flagel adalah alat gerak pada bakteri sehingga membantu bakteri untuk mendekati makanan atau menjauh jika ada racun atau bahan kimia.


F. Materi Genetik AND (Disebut juga DNA) bakteri tidak tersebar dalam sitoplasma, tetapi terdapat pada daerah tertentu yang disebut nukleoid. ADN berfungsi mengendalikan sintesis protein bakteri dan merupakan zat pembawa sifat.


G. Ribosom

     Ribosom berfungsi dalam sintesis protein. Ribosom tersusun dari protein, jika dilihat dari mikroskop, ribosom terlihat seperti struktur kecil yang melingkar.


H. Plasmid Selain ADN, bakteri juga mempunyai plasmid. Plasmid mengandung gen-gen tertentu, misalnya gen patogen dan gen kebal antibiotik. Plasmid juga mampu memperbanyak diri. Dalam satu sel bakteri bisa terbentuk kurang lebih 20 Plasmid.








DAFTAR PUSTAKA
Hasanah, Uswatun. 2015. Mikrobiologi. Unimed Press : Medan
Kusnadi,dkk. 2003. Common textbook Mikrobiologi. JICA UPI : Bandung
Malik, Amalia dan Kusmiati. 2002. Makara, Kesehatan,Vol.6, No.1.Aktivitas Bakteriosin
dari Bakteri Leuconostoc Mesenteroides Pbac1 Pada Berbagai Media. Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI : Cibinong


Deskripsi dan Ciri-Ciri Bakteri

PENGERTIAN 

    Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/ prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil). Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki jumlah spesies mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di mana-mana mulai dari di tanah, di air, di organisme lain, dan lain-lain juga berada di lingkungan yang ramah maupun yang ekstrim. Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti ph, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme. 

CIRI-CIRI BAKTERI

Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :
1.  Organisme multiselluler
2.  Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
3.  Umumnya tidak memiliki klorofil
4.  Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron   umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
5.  Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
6.   Hidup bebas atau parasite
7.  Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
8.   Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan.

Pengertian Bakteri


        Bakteri adalah mikroorganisme unicelluler prokaryotik tergolong dalam kingdom monera yang umumnya tidak berklorofil , Bakteri seperti sel tumbuhan mempunyai dinding sel namun komposisi dinding selnya dari bahan Peptidoglikan.
  • Bakteri bersifat kosmopolitan artinya mudah dijumpai dimana mana dan kwantitasnya juga paling banyak dan tersebar luas hampir di semua tempat . di makanan , di udara , air tanah , magma , batuan maupun tubuh mahkluk hidup.
  •  Bakteri mempunyai kemampuan mereproduksi tergolong sangat cepat dengan cara membelah diri secara biner atau dikenal dengan membelah secara amitosis , Misal pada bakteri kolera bisa membelah diri jadi dua setiap 20 menit , maka bisa dibayangkan setiap jam saja sudah jadi 8 bkteri kolera baru. Selain mereproduksi secaraasexual namun bisa juga secara sexual dengan Parasexual yang meliputi : Konjugasi Transduksi dan juga bisa dengan Transformasi.

    Kumpulan Soal Materi Bakteri Beserta Kunci Jawabannya

    Soal Pilihan Ganda (Multiple Choice) : 1. Kelompok bakteri yang dikenal dengan ”nenek moyang bakteri” yaitu …. a. Bakteri biru b. Archaeo...